Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)

Sholawat Asnawiyyah

SHOLAWAT ASNAWIYAH
YAA ROBBISHOLLI ‘ALA ROSUU LI MUHAMMADIN SIRRIL ‘ULAA

WAL ANBIYAA’ WAL MURSALIIN AL GHURRI KHOT MAN AWWALAA

YAA ROBBI NAWWIR QOLBANAA BINURI QURAANIN JALA

WAFTAH LANAA BIDARSIN AW  QIROATIN TUROTTALAA

WARZUQ BIFAHMIL ANBIYAA LANAA WA AYYA MANTALAA

TSABIT BIHI IIMANANAA DUNYA WA UKHRON KAMILA

AMAN AMAN AMAN AMAN INDONESIA RAYA AMAN

AMIN AMAIN AMIN AMIN YAA ROBBI ROBBAL ‘ALAMIN

AMIN AMIN AMIN AMIN WAYAA MUJIIBASSAILIIN

Sholawat Asnawiyah merupakan Sholawat gubahan syair karya Kyai Haji Raden Asnawi (KHR. Asnawi)yang terkenal hingga sekarang. Kalau boleh saya katakan bahwa Sholawat Asnawiyah merupakan “Sholawat Nasionalis” , karena kalau kita mau menyimak syair Sholawat  tersebut,  akan terlihat betapa Kiai Asnawi sangat mencintai Indonesia. Dalam syair tersebut terdapat doa yang khusus untuk Indonesia agar aman. Kiai Raden Asnawi adalah seorang Ulama’ dan Kyai kharismatik terkenal dari Kudus Jawa Tengah salah seorang pendiri organisasi sosial keagamaan Islam terbesar di Indonesia dan bahkan di dunia, yakni Nahdlatul Ulama (NU). NU memang dilahirkan oleh para ulama besar di Tanah Air pada 1926. Peran Kiai Raden Asnawi dalam mendirikan NU selama ini agak dilupakan, padahal beliau termasuk salah seorang tokoh kunci dalam upaya pendirian hingga penyebaran NU di Indonesia. Beliau juga seorang pejuang kemerdekaan yang sangat mencintai negara Indonesia ( Indonesia Raya) , beliau pernah di penjara Belanda karena membela negara. Jejak perjalanan hidup Kiai Raden Asnawi menunjukkan bahwa beliau adalah seorang tokoh besar Islam yang mencintai negaranya, Ulama’ yang berjiwa nasionalis sejati.